Review Echoes of Aincrad – Potensi Maksimal, Eksekusi Masih Kurang

Sebagai penonton anime yang tumbuh di era Sword Art Online, membayangkan untuk bermain dan memiliki karakter sendiri di game fenomenal tersebut menjadi mimpi banyak orang. Echoes of Aincrad terlihat dapat menjadi jawaban akan hal tersebut, namun apakah kenyataan sesuai dengan harapan?

Jelajahi Aincrad Dengan Karaktermu Sendiri

Hal pertama yang terngiang di kepala kita saat mendengar “Aincrad” atau “Sword Art Online” pasti adalah sosok sang MC, Kirito dan beberapa game sebelumnya juga mayoritas mengikuti perjalanan sang Pendekar Pedang Hitam ini. Namun, Echoes of Aincrad mengambil POV yang berbeda, kita akan bermain sebagai seorang Beta Tester dengan nama dan penampilan yang bisa kita tentukan sendiri.

Meskipun kustomisasi yang diberikan tidak terlalu dalam, setidaknya hal ini cukup mengobati keinginan masa kecil kami untuk membawa karakter kami sendiri ke dalam game kematian ini. Jika kamu bukan tipe yang suka melakukan kustomisasi karakter, terdapat beberapa pilihan penampilan template yang juga bisa dipilih untuk kamu memulai petualangan.

Dunia yang Sama dengan Sudut Pandang Berbeda

Mendaki 100 lantai kastil Aincrad dan menyelesaikan game kematian ini adalah premis utama dalam cerita Sword Art Online namun, demi kelanjutan cerita di anime-nya ada banyak hal yang tidak dibahas dalam mengikuti perjalanan Kirito. Disinilah Echoes of Aincrad mengambil peran, kita akan mengikuti perjalanan karakter kita yang juga menyatu dalam beberapa hal dengan cerita canon-nya. Sangat terasa bagaimana cerita di Echoes of Aincrad dipikirkan sedimikian rupa, mulai dari interaksi dengan NPC, perjalanan bersama side character (yang muncul maupun tidak di anime), serta bergabung dengan Kirito dalam beberapa pertarungan.

Cara Game Studio Inc. selaku developer game ini dalam membawa cerita dan kehidupan baru di dunia yang sudah terkenal cukup unik dan berani. Namun hal ini menjadi nilai plus karena membuat Echoes of Aincrad dapat dinikmati mereka yang sudah menonton Sword Art Online maupun mereka yang belum.

Sayangnya, ada beberapa plot dan misteri yang tidak terjawab bahkan setelah menyelesaikan game ini. Bahkan sebelum credit roll, kami sempat berpikir bahwa jalan cerita game ini baru dimulai lebih dalam. Entah pihak developer memang mau menyelesaikan ceritanya di DLC atau game lanjutan atau memang ada banyak rencana yang tidak bisa dijalankan seiring pembuatan gamenya. Sangat disayangkan bahwa salah satu “nilai jual” dalam game ini juga tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Sistem Quest yang Repetitif dan Demanding

Sejak awal masuk selesai melakukan tutorial dan masuk ke “open world” dari Echoes of Aincrad, kami sudah merasakan bagaiman alur gameplay dari game ini sangat berpengaruh pada progresi quest dan opsi melakukan eksplorasi tidak terlalu dalam dengan hadiah yang tidak begitu menarik. Eksplorasi terasa sangat dibatasi dengan area yang tidak bisa diakses sebelum menyelesaikan quest, tidak bisa berenang, bahkan ketika terjatuh dari tempat tinggi pun karakter kita akan kembali ke titik sebelumnya alih-alih terkena fall damage. Hal ini membuat kami berpikir bahwa kami hanya harus bergerak sesuai dengan arahan dari quest yang sedang dijalankan.

Quest yang diterima pun sangat simpel, berjalan ke suatu titik dan membuka Save Point, mengumpulkan material atau key item, sampai mengalahkan boss untuk mengakses area berikutnya. Untuk kalian yang bermain game hanya fokus ke gameplay, hal ini akan menjadi nilai minus dari game ini, salah satu hal menarik dalam melakukan hal repetitif ini adalah kembali lagi ke rasa penasaran kami mengenai jalan cerita Echoes of Aincrad.

Jumlah musuh dan grinding yang dilakukan di game ini mencerminkan bagaimana game MMORPG pada umumnya, sesuai dengan latar dari Sword Art Online dimana game tersebut merupakan game MMORPG meskipun Echoes of Aincrad sendiri adalah game single-player. Kembali lagi hal ini menjadi pedang bermata dua dimana kami malah merasa kembali bermain game JRPG era PS2 atau PS3 dimana banyak encounter dan battle yang terasa repetitif untuk meningkatkan level atau bahkan menemukan senjata yang lebih baik dari random drop setelah mengalahkan monster atau boss.

Memang ada banyak gimik yang juga diberikan game ini seperti material yang bisa dikumpulkan untuk melakukan crafting, treasure chest dengan isi beragam mulai dari col (mata uang di game ini) sampai blueprint senjata atau armor, hingga World Database Entry yang berupa text yang berhubungan dengan lore dari game ini, mulai dari penjelasan suatu area hingga memo dari petualang lain yang beberapa juga berhubungan dengan Sword Art Online sendiri.

Pilihan Senjata Fleksibel untuk Battle yang Menantang

Memiliki enam jenis senjata yang berbeda mulai dari sword, rapier, dagger, mace, two-handed sword, hingga two-handed axe mungkin bisa membuat beberapa pemain bingung mengenai tipe senjata yang ingin digunakan, ditambah attack dari masing-masing senjata dapat ditingkatkan dengan meningkatkan status yang berbeda. Namun, Echoes of Aincrad dapat mengatasi ini dengan opsi realokasi status dengan membayar sedikit col dan juga synthesis untuk memindahkan Ex-Mod (sub-stat senjata) suatu senjata ke senjata lain. Hal yang harus diperhatikan dari mengganti senjata adalah dalam upgrade dan level sword skill.

Melakukan upgrade di Echoes of Aincrad akan memakan senjata lain atau material khusus yang langka. Kita juga tidak bisa semudah itu menggunakan senjata dengan level tinggi untuk upgrade senjata baru karena dalam melakukan synthesis juga harus memakan senjata tersebut jadi setiap mendapatkan senjata baru, pemain diberikan pilihan untuk mengambil Ex-Mod senjata lama atau menggunakan senjata lama tersebut sebagai material upgrade. Di sisi lain, jika mengganti tipe senjata ke senjata lain, pemain juga harus memikirkan level sword skill dari senjata tersebut karena dengan sword skill yang rendah maka akses ke skill dari senjata tersebut juga semakin terbatas.

Dengan senjata yang lebih baik tentunya pertarungan di game akan menjadi lebih mudah. Kami tidak bohong kalau bilang pertarungan di Echoes of Aincrad cukup menantang khususnya saat boss battle terlebih melihat kami hanya bermain dalam mode normal. Mengingat genre game ini adalah action JRPG, kami awalnya berpikir bahwa game ini dapat kami selesaikan hanya dengan menyerang dengan membabi buta tanpa memikirkan strategi, namun beberapa pertarungan awal cukup membuat kami harus memprogram ulang pemikiran kami. Game ini memiliki beberapa item buff status pemain dan item yang memberikan status effect ke musuh yang bisa digunakan sebelum ataupun saat bertarung, selain itu, manajemen stamina dalam melakukan serangan, dodge, atau menangkis serta manajemen SP juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Memiliki partner NPC juga tidak membuat pertarungan serta merta menjadi lebih mudah, meskipun kita memiliki akses partner skill dan combo skill, pemain juga harus mengatur behaviour partner antara melawan musuh yang sama atau musuh lain dari yang pemain lock. Kesulitan game ini terasa berbeda dari game souls-like namun tetap pemain harus mempelajari pattern boss serta mencari timing yang tepat dalam menggunakan item. Cara lain yang bisa dilakukan pemain adalah melakukan grinding secara maksimal, namun tetap kita tidak akan bisa over-level dan overgeared di game ini mengingat ada sistem Cardinal Level yang menjadi sebuah batasan dalam setiap arc main quest pemain.

Kesimpulan

Dengan grafik dan musik yang indah serta jalan cerita yang cukup engaging, Echoes of Aincrad menjadi game yang cukup menarik dan memiliki potensial tinggi, namun semakin dalam dimainkan, hal-hal repetitif khas JRPG di game ini semakin terasa bahkan semakin membebani. Beberapa cerita yang tidak ditutup secara sempurna pada akhir game juga menambah kesan bahwa game ini terasa tidak sempurna alih-alih memberikan rasa penasaran akan kelanjutannya.

Pertarungan yang menantang walau kadang terasa tidak adil cukup membuat kami penasaran dan terkadang kesal (dalam arah positif) pada setiap kekalahan yang kami terima. Beruntung kami tidak bermain pada Death Game Mode dimana kekalahan dapat menyebabkan karakter dan progress game terhapus.

Menurut kami, Echoes of Aincrad adalah sebuah game yang cukup mengobati kerinduan pada Sword Art Online serta genre JRPG klasik pada tahun 2026 ini namun sayangnya ada banyak potensi yang masih bisa digali di game ini untuk membuatnya lebih matang sebelum dirilis ke publik baik dari segi battle maupun jalan cerita.

RatingYang Keren di Game iniYang Masih Kurang
7/10Keindahan dunia Aincrad diperlihatkan secara detail di game ini. Premis cerita yang dihadirkan juga menjadi nilai plus sendiri khususnya untuk mereka yang sudah mengetahui jalan cerita dari Sword Art Online. Grinding yang terlalu repetitif serta progress yang dipaksakan mengikuti quest dapat membuat banyak pemain menjadi cepat bosan. Pertarungan yang menantang kadang malah lebih terasa tidak adil khususnya dengan boss yang bisa spam skill status effect dan membuat karakter player tidak bisa berkutik. Di sisi lain, ada banyak hal yang sepertinya masih bisa ditambal secara gameplay dan cerita untuk membuat nilai game ini menjadi lebih baik.

Echoes of Aincrad dikembangkan oleh Game Studio Inc. serta sudah dirilis oleh Bandai Namco Entertainment ada 9 Juli untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S dan 10 Juli untuk PC via Steam jadi kamus sudah bisa mencoba sendiri game ini. Kamu juga bisa cek-cek terlebih dahulu mengenai Echoes of Aincrad di website resmi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *